Pengertian, Gejala dan Diagnosa Kanker Serviks

No comment 363 views

Pengertian, Gejala dan Diagnosa Kanker Serviks# Pengertian Kanker Serviks

Kanker Servis (kanker leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel kanker yang ganas dalam jaringan leher rahim. Umumnya disebabkan oleh disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik yang menyerang leher rahim. Kanker serviks merupakan jenis penyakit kanker yang menyerang wanita dimana jumlah penderitanya cenderung meningkat beberapa tahun terakhir. Sekitar sepertiga dari seluruh penderita kanker di indonesia adalah penderita jenis kanker serviks.

Rahim (uterus) adalah organ berongga berbentuk buah pir terbalik tempat dimana janin berkembang. Leher rahim merupakan pintu yang menghubungkan rahim dengan vagina (jalan lahir). Kanker serviks mulai tumbuh dan berkembang secara perlahan-lahan. Waktu berkembangnya cukup lama yaitu sekitar 10-15 tahun.

Pada umumnya kanker serviks menyerang wanita berusia antara 30-50 tahun. Sebelum muncul sel kanker pada serviks, jaringan serviks yang normal biasanya melalui proses yang dikenal sebagai displasia, di mana sel-sel abnormal mulai muncul.

Pada tes sitologi Papanicolaou biasanya di temukan sel pra-ganas sebelum sel kanker mulai tumbuh dan menyebar lebih dalam ke leher rahim dan sekitarnya.

# Gejala-Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker rahim biasanya tidak menunjukkan adanya gejala-gejala tertentu pada stadium awal sehingga akan sulit buat kita mendeteksinya lebih dini. Akan tetapi sebaiknya patut untuk mewaspadai gejala-gejala berikut ini :

  • Sakit atau nyeri pada pinggul dan Kaki
  • Pada vagina biasanya mengeluarkan cairan berwarna kekuning-kuningan dan berbau
  • Pendarahan tidak normal seperti pendarahan abnormal diluar waktu haid, pendarahan sesudah haid, dan pendarahan sesudah berhubungan intim

# Diagnosa Kanker Serviks

Karena pada umumnya tidak ada gejala yang berhubungan dengan kanker serviks, untuk mendiagnosanya biasanya harus dilakukan serangkaian tes. Berikut ini beberapa tes untuk mendiagnosa kanker serviks yang dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :

  1. Papanicolaou sitologi : Dilakukan dengan menggunakan sepotong kapas, sikat atau spatula kayu kecil untuk mengikis bagian luar leher rahim dengan lembut guna mengumpulkan sel. Pada tes ini pasien mungkin akan merasakan beberapa tekanan, yang disertai timbulnya rasa sakit.
  1. Jika sel-sel abnormal ditemukan, dokter biasanya akan mengambil sampel jaringan serviks dan diamati di bawah mikroskop untuk mengetahui keberadaan sel kanker. Untuk melakukan biopsi hanya membutuhkan sejumlah kecil jaringan. Jadi bisa saja di lakukan di tempat dokter praktek. Tetapi kadang-kadang juga anda perlu untuk mengambil sampel biopsi dalam bentuk kerucut atau lebih besar. Hal ini mungkin sebaiknya di lakukan di rumah sakit.
Baca Juga  Makanan Pemicu Asam Urat

Pencegahan terhadap penyakit kanker serviks ini dapat dilakukan dengan cara program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara-negara berkembang, kasus kanker serviks sudah mulai jauh menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun. Sayangnya, Vaksinasi HPV terbilang mahal setidaknya untuk negara berkembang. Penyakit ini bisa menular dengan cara mencuci pakaian yang sudah kotor karena pada pakaian tersebut mengandung virus dari orang lain jika yang sudah mengalami penyakit kanker serviks.

Demikianlah tadi ulasan kita kali ini mengenai Pengertian, Gejala dan Diagnosa Kanker Serviks. Kesempatan untuk pemulihan dan pilihan pengobatan tergantung pada stadium kanker dan status kesehatan secara keseluruhan.

author

Leave a reply "Pengertian, Gejala dan Diagnosa Kanker Serviks"