Penderita Depresi dan Gangguan Bipolar

No comment 478 views

400-Kesehatan-Penderita Depresi dan Gangguan Bipolar  Merasakan Kesedihan yang Berbeda

Penderita Depresi dan Gangguan Bipolar Merasakan Kesedihan yang Berbeda

Semua individu pasti pernah mengalami yang namanya perubahan mood atau suasana hati. Terkadang kita merasa sangat bersemangat, enerjik, penuh ide brilian atau perasaan bahagia lainnya, namun kadang tiba - tiba merasa sedih, berduka atau terpuruk.

Secara umum, perubahan suasana hati pada orang normal biasanya tidak akan berlangsung secara lama. Bagi mereka yang mengalami depresi mayor (klinis) dan gangguan bipolar akan merasakan efek yang berbeda. Mereka bisa merasakan periode kesedihan dan putus asa yang ektrim sehingga mereka sulit melakukan rutinitas harian secara normal.

Pengertian dari gangguan bipolar sendiri adalah gangguan mental / psikis dengan karakteristik berupa perubahan mood dan emosi yang cukup ekstrim, dari mania (bahagia) hingga depresi. Depresi dan gangguan bipolar memiliki ciri - ciri yang hampir sama, bahkan kesulitan untuk membedakan keduanya.

Peneliti sudah berusaha mencoba untuk memindai otak dari kedua penderita depresi dan gangguan bipolar, kemudian diukur reaksi dari masing - masing individu melalui foto emosional. Hasilnya, peneliti menemukan perbedaan jumlah aktivitas yang mencolok di daerah otak yang terlibat dalam pengaturan emosi pada penderita bipolar, dibandingkan dengan pasien yang memiliki “unipolar” depresi.

Hasil menunjukan bahwa perbedaan tersebut dapat dilihat pada saat pasien bipolar tidak dalam keadaan depresi mereka menunjukan peningkatan aktivitas di korteks prefrontal dorsolateral tempat pengaturan emosi. Otak pasien bipolar harus bekerja lebih keras daripada pasien depresi klinis untuk mencapai tingkat yang sama dalam mengontrol emosi.

Orang yang sedang mengalami depresi klinis dan gangguan bipolar sama - sama memiliki depresi berat dan kesulitan dalam mengatur emosi mereka. Orang - orang dengan bipolar mengalami episode manic, dimana mereka bisa menjadi sangat “rusak” selama episode tersebut berlangsung. meskipun kedua pasien depresi klinis dan bipolar menunjukan tidak ada perbedaan prilaku selama masa depresi, namun aktivitas otak mereka menunjukan perbedaan yang besar.

Baca Juga  Tenggorokan Sakit: Karena Pilek atau Radang Tenggorokan?

Penyebab dari gangguan bipolar sendiri sebenarnya cukup kompleks, merupakan kombinasi dari beberapa faktor yang tidak normal di bagian otaknya yang berasal dari (genetis), peristiwa sosial yang tidak menyenangkan (traumatik) dan akibat dari gaya hidup yang tidak sehat misalnya jarang atau tidak bernah berolah raga, mengkonsumsi makanan yang tidak sehat (junk food) dsb.

Perubahan mood orang depresi relatif stabil (mood yang negatif), cenderung pendiam, pemurung, suka menyembunyikan atau menutup - nutupi kesedihannya (di depan umum terlihat gembira), jarang melakukan aktivitas sosial, dan cenderung melarikan diri ke dalam kegiatan yang bersifat negatif yang dapat menimbulkan kecanduan seperti narkoba, alkohol dan gaming. Namun tidak sedikit juga penderita depresi yang akhirnya mengalami gangguan bipolar.

author

Leave a reply "Penderita Depresi dan Gangguan Bipolar"