Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Kematian Pada Penderita Kanker Payudara

400-Kesehatan-Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Kematian  Pada Penderita Kanker Payudara

Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Kematian Pada Penderita Kanker Payudara

Riset membuktikan bahwa 1 dari 8 wanita di Amerika Serikat telah menderita kanker payudara invasif selama mereka hidup. Terdapat ada sekitar 40.000 wanita berusia dibawah 50 tahun meninggal dunia akibat menderita kanker jenis ini. Sedangkan di Indonesia, kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak kedua setelah kanker serviks, dan angka penderitanya akan terus meningkat setiap tahun.

Sedangkan wanita yang menyusui bayi mereka kemudian didiagnosis positif menderita kanker payudara cenderung memiliki risiko lebih rendah bagi kankernya untuk dapat kambuh kembali di kemudian hari dibanding mereka yang tidak pernah menyusui sama sekali. Terdapat lebih dari 1.600 wanita dengan kanker payudara yang sebelumnya pernah menyusui ternyata memiliki 30 persen kesempatan untuk mengalami penurunan risiko kanker payudara mereka kambuh atau berulang.

Sedangkan bagi wanita yang sempat menyusui ternyata memiliki 28 persen kemungkinan mengalami penurunan risiko kematian akibat kanker payudara mereka. Sebenarnya menyusui memberikan kontribusi dalam meningkatkan pematangan sel duktal di payudara dan membuat mereka rentan terhadap karsinogen atau bisa juga membantu dalam ekskresi karsinogen serta memperlambat pertumbuhan tumor. Penelitian serupa sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang menghubungkan antara kanker payudara dan menyusui. Dari penelitian ini bisa semakin memperkuat gagasan tersebut, sekaligus mempertegas bahwa menyusui memberikan manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi. Dari jenis sub kanker yang terdiagnosis dapat diobati melalui terapi hormonal dan hasilnya akan cenderung lebih baik.

Yang menyebabkan seseorang dapat terkena kanker payudara dikarenakan beberapa faktor, antara lain faktor genetik, faktor pola hidup, faktor usia, faktor periode menstruasi, faktor tidak menyusui, faktor kegemukan, faktor kontrasepsi oral (pil KB), faktor kurang olahraga, faktor hormon tubuh, faktor riwayat keluarga, dan faktor lainnya. Dari semua faktor tersebut dapat memicu kanker payudara, sehingga bagi setiap perempuan yang mengalami menstruasi harus terus memperhatikan segala faktor tersebut.

Baca Juga  Cara Mengatasi Kaki Biku

Seperti yang diketahui bahwa ada banyak sekali faktor resiko yang dapat memicu terjadinya kanker payudara. Sebagai perempuan sebaiknya untuk segera melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin. Bila merasa terjadi perubahan bentuk, ada benjolan pada payudara, bengkak pada payudara sebagian atau seluruhnya, ada rasa nyeri pada payudara atau puting,  puting payudara mengalami retraksi atau masuk ke dalam, keluarnya nanah atau darah dari payudara, dan kelenjar getah bening yang membengkak, itu semua merupakan tanda gejala dari kanker payudara. Bila ibu ketika menyusui merasa ada benjolan yang aneh pada payudara, sebaiknya ibu untuk segera memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Dan untuk sementara bayi jangan diberi ASI, sampai hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ASI ibu aman untuk bayinya.

author

Leave a reply "Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Kematian Pada Penderita Kanker Payudara"