Apa itu disleksia? Apakah Sebuah Penyakit yang Berbahaya?

No comment 241 views

Apa Itu Disleksia

Apa itu disleksia? Apakah Sebuah Penyakit yang Berbahaya? - Pernahkah anda mendengar disleksia? Disleksia merupakan gangguan proses belajar dimana seseorang kesulitan untuk menulis, membaca, dan mengeja. Biasanya penderita disleksia susah untuk mengidentifikasi bagaimana kata-kata harus diucapkan serta diubah menjadi bentuk huruf dan juga kalimat ataupun sebaliknya.

Adapun gejala dari disleksia yaitu :

  1. Tidak atau kurang memahami kata-kata yang mempunyai rima, misalnya “Karina bernyanyi sendiri”.
  2. Sulit mengekspresikan diri menggunakan kata-kata, contohnya kesulitan menentukan kata yang pas dan tidak menyusun kata-kata dengan tepat.
  3. Butuh waktu lama untuk belajar kata-kata baru, contohnya menyebut kata “dinding” menjadi “dingin”.
  4. Perkembangan bicara lambat dibandingkan dengan anak-anak seumurannya.

Gejala dari disleksia akan lebih terlihat ketika anak belajar menulis dan membaca di sekolahnya. Biasanya anak-anak akan mengalami kesulitan seperti:

  1. Mempunyai kepekaan fonologi yang rendah, misalnya ia akan sulit menjawab pertanyaan berupa “bagaimana bunyi jika huruf ‘p’ pada pensil diganti dengan huruf ‘r’.
  2. Kesusahan mengucapkan kata yang baru saja dikenal.
  3. Lambat ketika menulis, contohnya ketika didikte ataupun menyalin tulisan.
  4. Kesusahan mengeja urutan, contoh urutan nama hari atau abjad huruf.
  5. Tidak dapat menemukan persamaan dan perbedaan pada huruf a
  6. Lambat saat menulis dan tulisan tidak rapi
  7. Suka salah dan terlalu lambat ketika membaca
  8. Lambat dalam belajar bunyi abjad dan nama
  9. Sulit memahami dan memproses apa yang didengarnya

Akibat sulit dikenali, disleksia biasanya juga baru disadari sesudah beranjak remaja bahkan saat dewasa. Lalu gejalanya seperti :

  1. Sulit berhitung
  2. Menghindari hal-hal yang berkaitan dengan menulic serta membaca
  3. Sulit mengingat urutan, contohnya nomor telepon.
  4. Sulit mengatur waktu, misalnya waktu makan.
  5. Kurang memahami makna kiasan atau lelucon, misalnya istilah “tangan panjang” yang berarti suka mencuri.
  6. Kesulitan dalam mengekspresikan tulisan lalu menjadikannya sebuah cerita.
  7. Sulit menyalin catatan dan karya tulis, contohnya laporan atau makalah.
  8. Kesulitan mengeja dan membaca.
Baca Juga  Kenali Ciri-Ciri Penyakit Lupus

Mendiagnosis Disleksia

Sebelum pergi ke dokter untuk memeriksakan hal yang dialami, sebaiknya cari tahu dulu apa saja kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh anak. Caranya yaitu bisa dilakukan dengan bermain puzzle gambar.

Apabila memungkinkan, Anda bisa meminta bantuan dari guru sekolah, contohnya untuk memberikan program ramedial. Penyakit ini cukup sulit untuk dideteksi, dan dokter akan mempertimbangkan dengan berbagai faktor seperti :

  1. Tes psikologi guna memahami keadaan kejiwaan anak serta menyingkirkan kemungkinan adanya masalah kecemasan, interaksi, ataupun depresi yang bisa memengaruhi kemampuannya.
  2. Pemeriksaan pendengaran, penglihatan, dan neurologi guna menghilangkan kemungkinan penyakit ataupun masalah lain yang mengakibatkan masalah yang dialami.
  3. Tes untuk memeriksa kemampuan membaca, memahami sebuah informasi, bahasa anak, dan memori.
  4. Mengisi kuisioner oleh keluarga ataupun pihak sekolah.
  5. Kondisi rumah, pertanyaan diajukan mengenai keadaan keluarga seperti siapa saja yang tinggal dirumah, dan apa ada masalah dalam keluarga.
  6. Riwayat pendidikan, perkembangan, serta kesehatan anak. Dokter juga akan bertanya apa ada anggota keluarga lain yang juga mengalami gangguan belajar.

Metode Untuk Menangani Disleksia :

Apabila hasil diagnosis sudah pasti maka akan ada yang namanya penanganan, dan bisa dilakukan seperti berikut ini :

  1. Buatlah membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk anak, Anda dapat menentukan tema bacaan ringan yang menyenangkan. Carilah suasana yang menyenangkan misalnya di taman ataupun tempat lain.
  2. Perbanyaklah durasi untuk membaca dirumah. Mungkin Anda akan bosan jika membaca diulang-ulang, namun hal ini bisa membuat anak memahami apa isi dari cerita yang dibaca. Anda juga bisa memberikan waktu kepada anak untuk membaca sendiri.
  3. Bekerjasama dengan sekolah anak, bicarakan keadaan anak dengan guru, solusi apa yang tepat digunakan untuk membuat anak agar berhasil dalam pelajaran.
  4. Bacakan buku pada anak, Anda bisa melatih anak membaca saat usianya masih 6 bulan karena sangat baik untuk anak. Anda juga bisa melatih anak untuk membaca bersama dengan teman-teman yang lain.
Baca Juga  Kurang Tidur Tingkatkan Resiko Stroke

Penanganan untuk disleksia memang membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup. Oleh sebab itu, dalam menjalaninya harus sabar. Dukungan dari keluarga, sekolah, dan teman-teman adalah hal yang sangat penting untuk anak.

Demikianlah mengenai apa itu disleksia, memang tidak mudah untuk mengobatinya. Namun dengan kesabaran dan kerja keras pasti disleksia itu akan hilang. Semoga informasi mengenai disleksia diatas bermanfaat.

author

Leave a reply "Apa itu disleksia? Apakah Sebuah Penyakit yang Berbahaya?"